PENGOBATAN TRADISIONAL/Traditional Medicine

PENGOBATAN TRADISIONAL/Traditional Medicine
Kartu nama Pak Suwandi/ID card of Mr. Suwandi Ts.
BREGODO PRAJURIT KARATON NGAYOGYAKARTO

Mengobati secara tradisional : jantung, ginjal, gula, kanker, tumor, liver, keputihan, TBC, asma, darah tinggi/rendah, kencing manis/batu, lumpuh, epilepsi, kolesterol, dan asam urat. Masalah pribadi/rumah tangga, keturunan/anak.

MINIMAL 3 KALI DATANG

Praktisi pengobatan :
Mas Panewu Brotowarsito (Abdi dalem Keraton)
Suwandi Ts. (Pelatih/ketua)

Rumah : Jl. Sidomukti no 1 Keraton Yogyakarta
CP : +62 818268551
Telp : +62 274 450346

Praktek :
Pagi 07.00 - 09.00
Siang 12.00 - 14.00
Sore 16.00 - 19.00

Istirahat :
09.00 - 12.00
14.00 - 16.00

BERDOALAH KEPADA TUHAN AGAR CEPAT SEMBUH


YOGYAKARTA PALACE WARRIOR

Traditionally treatment: heart, kidneys, diabetes, cancer, tumors, liver, specific diseases of women, tuberculosis, asthma, high blood pressure / low, bladder stones, paralysis, epilepsy, cholesterol, and uric acid. Personal problems / problems at home, want to get offspring.
3 TIMES TO ROUTINE FOR MINIMUM treatment

Medical practitioners:
Mas Panewu Brotowarsito (the belief in Yogyakarta Palace)
Suwandi Ts. (Coach / head)

Home / place of practice: Sidomukti street no 1 Palace of Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
CP: +62 818268551
Tel: +62 274 450346

Practice:
07.00 - 09.00 am
Noon - 14:00 pm
16:00 to 19:00 pm

Time Out:
09.00 am - Noon
14:00 to 16:00 pm

Pray to God SO Get Well


TIPS ;TETAP SEHAT MESKI LAGI MUSIM FLU

Bagaimana cara agar tetap sehat? Dengan cara yang paling sederhana, kita bisa melakukannya. Apakah anda pernah berada dalam lingkungan yang hampir semua anggotanya terserang flu? Sementara anda hanya tinggal menunggu, kapan virus akan menyerang anda.
Saya pernah mengalaminya. Saya vs lima orang terserang flu berat. Mereka adalah orang tua saya dan ketiga adik saya. Anda bisa membayangkan, betapa rentannya tubuh manusia ini terhadap virus. Apalagi saya tinggal di negara tropis, Indonesia. Konon, wilayah tropis adalah gudangnya virus dan bakteri. Ini disebabkan oleh iklim yang mendukung untuk perkembangan mereka.
Maka, yang harus saya lakukan hanyalah menjaga daya tahan tubuh. Anda tahu, kekebalan orang di daerah tropis sepertinya lebih baik daripada mereka yang tinggal di daereh subtropis. Namun, teman saya--seorang mahasiswa kedokteran--mengatakan, bahwa kekebalan orang yang bisa tinggal di gudang penyakit tidak akan bertahan lama. Anda pikirkan contoh yang mudah saja, sumberdaya alam yang tidak bisa diperbarui bila diambil secara besar-besaran, maka akan cepat habis. Barangkali daya tahan tubuh manusia juga demikian. Untuk sehat, tubuh kita perlu bekrja keras. Tapi tak lama kemudian, kita kelelahan berperang dengan penyakit dan mati.
Jadi, saya berpikir, mungkin hal itulah yang membuat umur orang subtropis lebih panjang daripada kita. Mereka makan di warung kaki lima malioboro bisa langsung gangguan pencernaan. Sedang kita sudah biasa kan? hahahaha....
Jadi, yang saya lakukan--supaya saya tidak terjangkit flu juga--untuk menghindari penularan flu adalah :
1.Makan bergizi.
2.Cukup istirahat
3.Hindari stress. Kita harus selalu merasa bahagia agar selalu sehat.
Saya kira, itu adalah cara yang sangat mudah. Tetapi anda mesti tahu bahwa tidak gampang untuk melaksanakan itu. Apalagi point ke tiga. Tetapi jika kita berusaha keras untuk menghindari stress, Insya Allah, kita terhindar dari sakit. Saya sudah membuktikannya. Sampai keluarga saya semua sembuh, Alhamdulillah saya tidak sakit! Padahal waktu itu saya sedang mengalami tekanan batin sebagai unemployee. hehehe...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Oleh-oleh Syawalan-Silaturahmi Yang Terputus (true story)


Ini tulisan asli bikinan Zely-Kemarin, Ahad 4 Oktober 09, saya ikut serta dalam acara syawalan satu keluarga besar trah Puspodipranan di sebuah kawasan di Bantul. Rasanya senang sekali bisa hadir setelah bertahun-tahu, bahkan belasan tahun saya tidak pernah berkumpul dengan keluarga besar saya. Terakhir ikut kumpulan trah waktu saya masih SD (saya lupa kapan). Waktu yang sangat lama itu hanya dibayar dengan pertemuan beberap jam saja.

Lho, terus ngapain cerita seperti ini kepada kita? Mungkin terlintas di pikiran Anda seperti itu. Tetapi ini merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Dan sebentar lagi Anda akan tahu sebabnya.

Syawalan/halal bi halal itu konon hanya ada di Indonesia. Ini asli budaya kita. Makanya kekeluargaan, kemasyarakatan, dan gotong royong kita masih kental sampai sekarang.

Ada sedikit penyesalan dalam hati saya, ketika menghadiri acara tersebut. “Kenapa nggak dari dulu ya?” Saya pikir, kalau saya dan keluarga (ortu) tidak ‘meng eklusifkan’ diri barang kali pada acara kumpulan trah itu saya tidak merasa jadi orang asing.

Sebenarnya apa sih yang mau saya bicarakan? Sebenarnya ini mengenai masalah konflik keluarga. Saya, sebagai generasi ketiga trah tersebut, sebenarnya tidak tahu menahu tentang konflik yang membuat orang tua (generasi kedua) saya memilih mengundurkan diri dari keluarga besar. Sejak belasan tahun terakhir otak saya telah penuh dijejali dengan doktrin-doktrin mengenai segalanya yang buruk tentang benyak orang di dalam keluarga besar tersebut. Tetapi saya tidak begitu saja percaya. Anda tahu kan hukumnya memutus tali silaturahmi???? Selama helasan tahun itulah, tali silaturahmi saya dan saudara-saudara ‘terputus’. Saya cukup kecewa dengan keputusan ortu karena saya merasa tidak punya masalah, apalagi dengan sepupu-sepupu, om-om, tante-tante, kakek-kakek, dan nenek-nenek saya. Hubungan kami baik-baik saja kok. Tapi saya tetap mendapat larangan keras untuk tidak ikut dalam kumpulan tersebut. Bahkan sempat mendapat ancama akan diusir dari rumah kalau masih berhubungan dengan mereka? Masya Allah! Namun, saya saat itu mesti nurut. Lha wong masih ikut orang tua. Mau tinggal di mana nanti kalau saya diusir.

Dilema itu terjadi berkepanjangan. Semakin dewasa, saya semakin mencoba mencari tahu sebab musabab bentrokan tersebut. Saya kira saya tahu jawabannya. Ternyata hanya kesalahan paham! Sepele tetapi telah mendarah daging di hati ortu menjadi sebuah dendam kesumat!

Salah satu ortu saya memang tidak mau berdamai selamanya. Astaghfirullah. Tapi saya dari dulu selalu bertekad, “kalau aku dewasa nanti aku ingin menunjukkan padanya bahwa hubungan keluarga ini masih terjalin baik.” Saya tahu, itu tidak semudah mengedipkan mata lho. Dilemanya itu yang bikin pusing tujuh keliling. Saya mesti nurut ortu, tapi di sisi lain saya tidak mau cari musuh.

Tetapi… saya percaya Allah pasti menunjukkan jalan yang baik. Saya pergi ke kumpulan trah itu dengan diam-diam. Alhamdulillah sampai di sana saya mendapat sambutan baik. Kangen-kangenan. Semua berrjalan biasa, tidak ada rasa benci sama sekali. Tanpa ada ortu di sana pastinya. hihihihi…. Keep SILATURAHMI ya, karena hidup ini untuk dipertanggung jawabkan di akhirat nanti.

Quantcast

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ada-ada saja 'ala ranesi.nl'

mendengarkan radio dengan earphone bisa mengakibatkan ketulian. Alat pemutar musik sekarang ukurannya kecil-kecil, suaranya bagus gak pecah walau diputar keras. aku dengar di Radion Nederland, kebanyakan remaja Belanda tahu mendengarkan dengan i pod bisa bikin tuli, tapi pada nekat. Apalagi mereka suka melepas alat pengaman di earphone, katanya sih nggak keren kalau ada pelindungnya. Wah... wah... wah.... Selain itu, para remaja juga suka ke disko dan ke konser musiik keras. Mereka enggan pakai pengaman telinga. hehehe...

Ada lagi di belanda, sebuah kuis di radio swasta di belanda berhadiah operasi pembesaran payudara. Hahahaha..... kuisnya jelas untuk perempuan dong. Pesertanya harus mengirim foto sedang berciuman--dengan apa saja--yang penting harus sensual. Yang menang, mualai awal oktober nanti akan dioperasi. aneh-aneh aja deh.

Seorang pelajar belanda pecahkan rekor duania nonton TV terlama (86 jam). Diselenggarakan radio Veronica. Tim dari GBR (Buku rekor dunia) mengawasi jalannya kompetisi tersebut. Usianya harus dibawah 40 tahun...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS